Dalam Catatan Soerabaiasch Handelsblad
Kerakusan
nafsu telah menjarah
Batas
wilayah dan monopoli dagang jadi rebutan kompeni
yang
telah menulis dengan air mata bangsawan
Menciptakan
peradaban romusa
Gelimpangan
awam yang mengeras bak karang
Ditulis
dalam catatan orang wartawan
Smapura
bersajak resah
Ayunan
tebasan perang tak kenal lelah
Putra
mahkota di medan laga
Menantang
serdadu Belanda
Jubah
putihnya ia kenakan
sudah
ia berkafan sebelum perang.
Smapura
berbau darah
Sejuta
daya sudah terkerah
Mereka
yang telah merenggut, membelakangi kota darah
Tubuh
para agung kini berselendang merah
sudah
ditumbal seribu nyawa
Smapura
yang tabah
Belum
kenyang berondongan peluru mencacah
Luluh
lantakkan raga, menerima kalah
terlalu
susah jiwa para agung untuk patah
Reruntuhan
kedaulatan megah tragis
beta
tau, Klungkung sudah berjuang
Puputan
bukan kekalahan, ia saksi kemuliaan
Biodata
penulis
Nurul
Azmi lahir di Aceh, 14 April 1995. Penulis adalah seorang mahasiswa Jurusan
Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, pernah meraih juara lomba menulis puisi
mewakili fakultas teknik di ajang Pentas Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS).
Judul puisi yang ia tulis adalah “Dalam Catatan Soerabaiasch Handelsblad.”
Menulis puisi sudah menjadi hobinya sejak duduk di bangku kuliah. Puisinya ada
yang dimuat di media lokal, sebagian lainnya ia kirimkan ke antologi bersama.
Email penulis: Nurulazmy15@gmail.com.


No comments:
Post a Comment