Kegemaran menulis dan membaca terkadang tidak bisa dipaksakan kepada
siapapun. Baik menulis cerita, pendapat, bahkan perasaan yang sedang gundah.
Karena sejatinya seseorang lebih suka langsung mengutarakan isi pikirannya secara lisan. Begitu pula keinginan menonton film dari buku atau novel
yang telah diangkat ke layar lebar lebih diminati dari pada membaca buku itu
sendiri. Forum Lingkar Pena atau lebih kerap disapa FLP merupakan salah satu
penggerak budaya membaca dan menulis di Indonesia. Cabang FLP sendiri telah
tersebar di beberapa kota diseluruh Indonesia, yang awalnya hanya berlokasi di
Jakarta. FLP muncul dari keresahan Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, Muthmainnah
serta beberapa teman dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia.
Beberapa Waktu yang lalu tepatnya 4 november 2016, FLP Banda Aceh
mengadakan Inaugurasi kepada anggota baru yang telah berhasil melewati seleksi
penerimaan anggota baru. Adapun kegiatan tersebut berlangsung di Wisma
Handayani, Kuta Alam, Banda Aceh. Acara ini diikuti oleh dua puluh delapan
peserta dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, pelajar dan pekerja.
Inagurasi diawali oleh saudara Ferhat Muchtar sebagai pemateri yang juga
seorang penulis Aceh yang telah bergabung di FLP cukup lama. Pemater-pemateri
lainnya seperti Fardelyn Hacky sebagai blogger wanita juga ikut mengisi materi.
Ada juga Ibnu Syahri R, Nuril Annisa, Ubaidillah yang semuanya itu orang-orang
yang telah berkecimpung di dunia menulis cukup lama dan telah berkesempatan
tour ke banyak kota di Indonesia. Pemateri Bapak Arif Ramdan pun juga
didatangkan. Bapak Arif Ramdan merupakan seorang penulis buku bertajuk “Aceh di
Mata Urang Sunda” menyampaikan materi cukup inspiratif dan memotivasi. Materi
ditutup oleh Bapak Teuku Zulkhairi yang membakar semangat penulis muda untuk
melawan media yang banyak memberi kesan buruk kepada orang islam khususnya di
Indonesia.
Banyak pengalaman yang bisa didapatkan selama inugurasi berlangsung yaitu
salah satunya dapat mengenal teman baru yang juga memiliki ketertarikan di
dunia menulis serta beberapa dari merekapun telah menghasilkan karya. Sungguh
teman-teman yang memotivasi. Selain itu kekompakan dan keakraban dapat terjalin
secara cepat antar peserta, mungkin inilah yang membedakan FLP.
Beberapa kegiatan juga berlangsung seru selama inaugurasi, diantaranya
senam ceria di pagi hari, book dance, penampilan seni dari para peserta. Tawa
pecah saat seorang peserta memeragakan dirinya sebagai roh jahat. Ia mencoba
menghasut temannya untuk mengabaikan temannya yang berperan sebagai pengemis.
Hingga akhirnya sang roh jahat tertawa lepas sedemikian rupa. Hari terakhir
saat para peserta kembali ke rumah masing-masing, sebelum itu semua peserta dan
panitia melakukan sesi foto bersama dan menyuarakan ikut mendukung Aceh sebagai
tempat wisata halal internasional yang di kompetisikan di World Halal Tourism
Awards yang berlangsung Abu Dhabi, UEA.
Hari yang baru telah tersingkap, namun menyisakan ingatan keceriaan dan
sedikit kesedihan mengingat teman-teman yang telah bersama mengikuti
inaugurasi. Semua kembali ke rutinitasnya masing-masing, seperti kuliah,
belajar, dan bekerja. Namun kami semua tentu akan berjumpa lagi di banyak
kesempatan yang berbeda.




No comments:
Post a Comment